Kata ‘hemat’ merupakan kata sakti yang mungkin sudah kamu sering dengar sejak kecil. Belajar untuk hidup hemat merupakan salah satu kegiatan yang perlu kita lakukan setiap hari untuk mencapai suatu tujuan finansial.

Apa tujuan kamu untuk melakukan penghematan? Tentunya untuk lebih banyak mengumpulkan uang agar mencapai suatu tujuan terkait dengan finansial, seperti memiliki mobil impian, pensiun dini, atau kuliah di luar negeri.

Tujuan finansial sendiri macam-macam, seperti memiliki rumah sendiri, mendapatkan dana tabungan melanjutkan kuliah ke luar negeri, atau liburan keliling dunia saat pensiun nanti. Semua hal tersebut tentunya bisa dicapai dengan kerja keras dan hidup hemat.

Banyak orang yang sudah melek keuangan mulai menyadari bahwa berhemat merupakan kunci untuk menjadi lebih kaya. Gaya hidup boros dan menghambur-hamburkan uang tentu tidak akan membuat kamu menjadi lebih kaya.

Tips-tips untuk melakukan penghematan sudah mudah untuk ditemukan di mana-mana, namun banyak yang tidak menyadari telah melakukan kesalahan saat ingin berhemat. Akibatnya, kamu malah menjadi lebih jauh dari tujuan penghematan yang telah ditetapkan sebelumnya.

10 Cara Berhemat yang Keliru

Agar sampai kamu tidak terjatuh ke dalam lubang tersebut, yuk cek kesalahan-kesalahan yang sering dijumpai pada orang menerapkan cara berhemat yang dikiranya bisa membuat penghemata, tetapi justru berujung pemborosan. Supaya kamu tidak sampai terjebak dalam cara berhemat yang salah, coba cek dulu 10 poin berikut:

1. Tidak Membuat Tujuan yang Jelas

tidak punya tujuan yang jelas

Agar kamu bisa memaksimalkan penghematan yang ingin kamu lakukan, kamu perlu menetapkan tujuan yang lebih jelas. Sebagai contoh, kamu ingin memiliki mobil sendiri. Nah, coba buat agar tujuan kamu lebih jelas, seperti kapan kamu ingin memilikinya dan berapa kira-kira nilai yang akan kamu keluarkan.

Kalau kamu tidak memiliki tujuan yang jelas, penghematan yang kamu lakukan juga menjadi tidak jelas berapa seharusnya yang kamu hemat. Kamu juga jadi tidak tahu apakah penghematan yang kamu lakukan sekarang sudah cukup atau tidak.

 

2. Mencari Harga yang Paling Murahmemilih barang yang lebih murah

Biasanya orang akan mencari harga yang paling murah untuk membeli suatu barang. Padahal, kamu juga perlu melihat kualitas dari barang yang kamu beli tersebut. Misalnya, toko A menawarkan baju seharga Rp 300 ribu yang didiskon hingga menjadi Rp 150 ribu, sedangkan toko B menjual baju yang sama dengan harga Rp 200 ribu. Coba cek apakah kualitas baju di toko A memang lebih baik atau minimal sama dengan toko B.

Contoh lain, untuk menghemat sarapan, kamu memilih sereal manis tinggi lemak seharga Rp 20 ribu dibandingkan sereal gandum sehat seharga Rp 30 ribu. Dalam jangka panjang, sereal gandum akan lebih membuat tubuh kamu sehat dibandingkan sereal manis tinggi lemak.

Mengorbankan kualitas demi harga

Barang murah memang tidak selalu berarti murahan. Hanya saja, tidak semua jenis barang bisa kita beli dengan prinsip. Misalnya, kamu ingin membeli suatu baju di pasar Mangga Dua di salah satu toko dengan harga Rp 50 ribu, sedangkan ada toko lain yang banting harga hingga Rp 30 ribu per baju.

Perhatikan apakah harga baju yang semurah itu kualitasnya mirip dengan baju yang Rp 50 ribu atau justru jauh di bawah. Jangan sampai baru sekali dipakai malah langsung luntur setelah dicuci. Rugi kan jadi harus membeli baju lagi.

Baca Juga: 6 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga, Ternyata Mudah Lho!

3. Membeli Produk Secara Grosirmembeli produk secara grosir

Belanja suatu barang dengan sistem grosir biasanya akan mendapatkan diskon khusus. Hal ini menguntungkan dan memang merupakan salah satu strategi untuk hidup hemat. Namun, jangan sampai strategi ini salah sasaran.

Pastikan barang yang akan dibeli dengan grosir ini memang kamu butuhkan dan dapat tahan dalam waktu yang lama. Apa gunanya kamu misalnya membeli buah-buahan secara grosir untuk sebulan sedangkan produk tersebut dapat menjadi busuk dalam waktu kurang dari seminggu? Yang ada jadi boros, kan.

 

4. Makan Junk Foodmakan junk food

Bagi kamu penggemar junk food seperti hamburger, ayam goreng dan kentang goreng instan demi berhemat, sebaiknya belajarlah untuk meninggalkan kebiasaan tersebut. Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa junk food tidak baik untuk kesehatan. Bisa-bisa, kamu harus malah harus membayar biaya perawatan rumah sakit yang tinggi kalau kamu sampai jatuh sakit.

Salah satu cara menghemat uang yang bijak untuk makanan adalah dengan memasak sendiri. Selain lebih sehat, jumlah yang kamu keluarkan juga lebih sedikit dibandingkan beli di restoran.

 

5. Menghentikan Beberapa Pengeluaran Rutin teliti sebelum bilang iya

Beberapa pengeluaran rutin seperti asuransi atau pemeriksaan kesehatan gigi mungkin kamu korbankan dengan alasan berhemat. Padahal, pengeluaran-pengeluaran tersebut memiliki efek jangka panjang untuk mencegah kamu melakukan pengeluaran yang jauh lebih besar di kemudian hari.

Sebagai contoh, kamu memilih untuk tidak pergi ke dokter saat mengalami sakit gigi kecil karena merasa akan sembuh dengan sendirinya. Sebenarnya pengeluaran yang dilakukan untuk memeriksa gigi ini mungkin akan jauh lebih kecil dibandingkan suatu saat nanti ternyata gigi kamu harus ditambal atau dicabut dan mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar.

 

6. Menunda Reparasi dan Pemeliharaanmenunda reparasi mobil

Kalau kamu punya perabotan, rumah, atau mobil yang mulai rusak beberapa bagiannya, pertimbangkanlah untuk melakukan reparasi secepatnya. Menunda reparasi dapat mengakibatkan kamu mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar saat kerusakan barang atau rumah kamu sudah terlalu parah dan tidak bisa diperbaiki.

Atau kamu menunda mengganti oli mesin kendaraan kamu baik mobil maupun sepeda motor. Hal itu akan menyebabkan kendaraan kamu bisa cepat menjadi rusak dan akan lebih banyak mengeluarkan biaya untuk reparasi.

Kalau mau tetap hemat, kamu bisa pelajari cara reparasi sendiri atau sewa jasa dari teman.

Baca Juga: 6 Cara Hidup Hemat, Wajib Dilakukan Setelah Terima Gaji!

7. Terlalu Menahan Dirimenahan diri

Demi melakukan penghematan, kamu mungkin memilih untuk menahan diri dari seluruh kegiatan yang bersifat hiburan untuk diri kamu sendiri. Ini akan memberikan efek jangka untuk kesehatan jiwa dan raga kamu.

Sebagai contoh, kamu memilih untuk berhenti nonton film di bioskop untuk menghapus seluruh pengeluaran nonton, padahal kamu pecinta film. Kalau begini, lama-lama kamu sendiri yang stress demi melakukan penghematan. Kamu bisa akali dengan nonton di hari biasa agar harganya jauh lebih murah atau manfaatkan promo untuk mendapatkan potongan harga.

 

8. Tidak Mengambil Liburantidak mengambil liburan

Liburan atau kegiatan rekreasional itu perlu dimanfaatkan. Kalau kamu hanya terus bekerja setiap hari, suatu saat kamu bisa menumpuk lelah, stress, dan berbagai beban mental lain yang dapat mengganggu kondisi kesehatan kamu. Kalau kamu jatuh sakit, uang yang kamu keluarkan malah jadi banyak.

Luangkan sedikit tabungan kamu untuk kegiatan liburan atau kegiatan rekreasional lain. Agar lebih murah, kamu bisa coba membeli tiket dan akomodasi di jauh-jauh hari dan juga pada saat tidak di masa season peak.

 

9. Menumpuk Barang Lamamenumpuk barang lama

Apakah kamu punya koleksi barang-barang tertentu dari kecil yang masih kamu simpan sampai sekarang? Kebiasaan menumpuk barang lama selain demi alasan hobi, ada juga yang karena sayang dibuang karena bisa digunakan kembali, misalnya perabotan.

Jika terlalu banyak menumpuk, kamu akan membutuhkan tambahan tempat untuk menyimpan barang-barang tersebut, belum lagi jika barang-barang tersebut menjadi sarang serangga atau hewan lagi seperti tikus, dan sebagainya. Tentunya hal ini malah akan membuat kamu mengeluarkan uang banyak. Kalau mau untung, kamu bisa menjualnya atau menyewakannya kalau masih dalam kondisi baik.

Baca Juga: 10 Usaha Sampingan yang Mudah dilakukan Siapa saja!

10. Tidak Memanfaatkan Promotidak memanfaatkan promo

Banyak sekali promo disekitar kita yang sebenarnya amat sayang jika dilewatkan, tetapi kita seringkali mengganggap biasa saja hal tersebut, padalah promo-promo tersebut sangat bisa membantu kita untuk mengurangi pengeluaran.

Apalagi di zaman sekarang ini, sudah banyak promo-promo dari aplikasi online yang bermunculan, apabila kita jeli untuk melihat promo tersebut, maka kita bisa mendapatkan penghematan yang sangat banyak.

 

Cara Berhemat Termudah Saat iniCashbac

Sekarang ada sebuah aplikasi bernama Cashbac, aplikasi Cashbac bisa membantu kamu untuk menerapkan cara berhemat yang baik, karena kamu akan mendapatkan instant rewards pada setiap pembelian atau pembelanjaan.

Dengan aplikasi Cashbac juga nggak perlu repot lagi mencari promo hemat disekitar kamu, karena Cashbac otomatis memberikan informasi tempat-tempat mana yang bisa kamu datangi untuk makan ataupun belanja dengan hemat.

Kamu bisa gunakan Cashbac di ribuan tempat, mulai dari restoran, cafe atau coffee chop, tempat belanja, tempat fitness, karaoke, dan masih banyak tempat lainnya. Jadi sangat lengkap bukan?

Selamat menerapkan cara berhemat yang benar!

Get Cashbac on Google Play
Download Cashbac on the App Store