Mengatur keuangan pribadi merupakan hal penting yang perlu dilakukan dengan baik oleh semua orang. Jika tidak dilakukan dengan baik, bisa-bisa kamu akan mudah untuk jatuh ke dalam hidup boros, terjebak hutang yang besar, atau bahkan harus hidup serba berkekurangan.

Terdengar cukup menyeramkan bukan? Kesadaran untuk dapat mengatur keuangan pribadi dengan baik memang sudah mulai disadari banyak orang belakangan ini untuk mencegah terjadinya hal-hal tersebut. Beberapa orang mungkin sudah tahu cara mengatur keuangan pribadi seperti menerapkan kebiasaan untuk membuat anggaran pengeluaran sampai dengan memulai hidup hemat, tapi pada kenyataannya tetap saja banyak orang yang tidak dapat mengontrol dan tidak dapat melakukan pengelolaan keuangan pribadi dengan benar.

 

Mengapa Mengatur Keuangan Pribadi Menjadi Sulit?sulitnya mengatur keuangan pribadi

Dalam mengatur keuangan pribadi, banyak sekali hal yang harus dilakukan dengan benar, disamping itu juga ada banyak hal yang harus dihindari agar tercapai pengelolaan keuangan pribadi yang baik.

Apa saja sih yang menjadi penyebab seseorang sulit untuk melakukan pengelolaan keuangan pribadi dengan baik? Mari kita simak 5 penyebab tak disangka yang sering menjadi penyebab cara mengatur keuangan pribadi menjadi sangat sulit.

1. Malas dan suka menundamalas dan suka menunda sesuatu

Alasan klise yang satu ini merupakan salah satu penyebab utama mengapa seseorang sulit untuk menjaga anggaran pengeluarannya terkontrol dengan baik. Selain malas membuat komitmen jumlah uang yang dikeluarkan setiap bulan, ada juga yang memang suka menunda melakukan penghematan.

Misalnya, hari ini kamu terlanjur sudah makan di restoran dan berjanji besok akan masak dan membawa bekal sendiri dari rumah. Ternyata, keesokan harinya lupa bangun untuk memasak dan akhirnya kembali makan di restoran. Hal ini terjadi berulang kali dan terus menerus hingga akhirnya kamu tetap kembali untuk makan di restoran yang mahal tersebut.

Yah kalau sudah begini, kapan kita bisa mulai berhemat?

2. Salah pergaulansalah pergaulan

Apakah saat ini kamu berada dalam lingkaran pergaulan orang-orang yang doyan shopping di mall atau pusat perbelanjaan mewah, makan di restoran ternama, ngopi di cafe kekinian atau bahkan hobi pergi jalan-jalan ke luar negeri? Semuanya tergantung kondisi keuangan dan ketahanan mental kamu, kemungkinan besar kamu akan mudah terbawa dalam kebiasaan mereka yang dengan mudahnya mengeluarkan uang untuk sesuatu yang tidak terlalu berguna.

Tidak semua orang memiliki latar belakang keuangan yang sama. Misalkan, teman-teman kamu memang sudah kaya sejak lahir dari orang tua mereka dan memiliki banyak uang untuk dibelanjakan sedangkan kamu sendiri masih hidup serba pas-pasan, sebaiknya kamu berpikir beribu kali untuk mengikuti gaya hidup mereka. Jadilah diri kamu sendiri agar terhindar dari kebangkrutan.

Baca juga: 10 Cara Berhemat yang Salah, Berujung Pemborosan!

3. Impulsif dalam berbelanjaboros belanja

Apa itu arti impulsif dalam berbelanja? Contohnya seperti ini, ketika kamu sedang berbelanja di sebuah supermarket untuk beli sayuran dan melihat ada diskon untuk produk kosmetik yang sebenarnya tidak kamu perlukan, tetapi karena sedang diskon, kamu tidak berpikir panjang dan langsung memasukkannya ke kantong belanja untuk membelinya.

Contoh lain, kamu sedang stress karena pekerjaan di kantor dan melampiaskannya dengan memesan banyak makanan yang mahal, atau berbelanja baju-baju atau sepatu di mall, meski sebenarnya tidak begitu kamu butuhkan. Kalau kamu merasa impulsif dalam belanja, coba kenali penyebabnya untuk bisa mengatasinya.

Misalnya, gunakan notes atau catatan kebutuhan belanja agar kamu lebih dapat menahan diri untuk tidak belanja barang di luar catatan tersebut. Lalu, kalau kamu tipe yang sering mengalami stress karena urusan kantor, mintalah bantuan teman dekat kamu untuk selalu mengingatkan agar kamu tidak menghamburkan uang untuk belanja dan menghamburkan uang saat stress.

4. Berusaha memberikan kesan hidup tak berkekuranganbergaya hidup mewah

Agak sedikit berbeda dengan poin salah pergaulan, penyebab yang satu ini biasanya sudah melekat karena kebiasaan hidup yang selalu dimanja sejak kecil atau karena terbawa gengsi gaya hidup lingkungan kita berada baik itu lingkungan rumah maupun lingkungan pekerjaan.

Untuk mengatasi penyebab yang satu ini, tanyakan dari dalam diri kamu sendiri setiap kali akan berbelanja: “Apakah barang ini memang saya perlukan atau tidak?”. Kalau memang tidak diperlukan, tuliskan list nama barang tersebut di selembar kertas kecil dan rekatkan di dompet atau kartu kredit kamu, jadi ketika kamu tertarik lagi dengan barang tersebut, kamu sudah diingatkan oleh catatan kecil itu dan pada akhirnya tidak jadi membeli barang tersebut.

5. Tidak tahu, tidak peduli, atau tidak memikirkan masa depantidak memikirkan masa depan

Mungkin kamu selalu berpikir bahwa kamu masih muda atau masih sehat sehingga harus memanfaatkan masa ini sebaik-baiknya dengan bersenang-senang. Sayangnya, prinsip ini sering membuat seseorang menghabiskan banyak uang demi kesenangan sejenak yang tidak membawa manfaat sama sekali untuk masa depan kamu.

Cara yang paling bijak adalah dengan tetap menahan diri dari hidup terlalu menghambur-hamburkan uang sambil menabung sedikit demi sedikit untuk masa depan kamu. Untuk membantu kamu, kamu juga bisa mempelajari berbagai tips-tips menghemat yang bisa kamu lakukan di kehidupan sehari-hari.

Sudahkah kamu memikirkan masa depanmu?

Baca juga: 6 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga, Ternyata Mudah Lho!

 

Tadi adalah 5 faktor mengapa kamu sulit untuk mengatur keuangan pribadi. Selalu hindari hal-hal tersebut, minta bantuan orang terdekat kamu seperti orang tua, pasangan, atau teman untuk selalu mengingatkan kamu jikala kamu sedang ‘kalap’ untuk menggunakan uang kamu.

Kini Mengatur Keuangan Pribadi Lebih Mudah!

Buat kamu yang saat ini sedang sulit untuk mengatur keuangan pribadi, kini ada suatu aplikasi yang bisa membantu kamu dalam berhemat, nama aplikasinya adalah Cashbac.

Ya, Cashbac adalah sebuah aplikasi yang wajib kamu miliki saat ini untuk membantu kamu untuk dapat mengatur keuangan pribadi dengan lebih baik. Jadi, jika kamu berbelanja atau membeli apapun kamu akan langsung mendapatkan rewards saat itu juga, sangat menarik bukan?Cashbac

Cashbac telah bekerjasama dengan lebih dari 2.000 merchant dan lebih dari 20.000 outlet yang tersebar di Indonesia, terutama area Jabodetabek. Beberapa kelebihan Cashbac yang membuatnya berbeda adalah:

1. Rewards Instan – Tidak perlu lagi menunggu untuk mendapat rewards points karena kamu bisa langsung mendapat rewards ketika menggunakannya dan dapat langsung dipakai untuk transaksi selanjutnya.

2. Tanpa Ribet – Tidak ada lagi ribet dan menunggu lama. Dengan Cashbac, cukup hubungkan kartu kredit, debit, atau e-money dan semudah tap atau scan untuk melakukan Transaksi dan dapat rewards instan.

3. Sangat Aman – Menggunakan Cashbac sangat aman, data kartu kredit atau debit kamu tidak akan tersimpan ke dalam handphone ataupun sistem. Dan menggunakan Cashbac wajib menggunakan PIN yang hanya diketahui oleh kamu dan PIN kamu selalu diminta sebelum melakukan transaksi di merchant.

 

Yuk, mulai dari sekarang kita benahi cara mengatur keuangan pribadi dengan lebih baik!

Get Cashbac on Google Play
Download Cashbac on the App Store